Total Pageviews

Wednesday, November 12, 2014

Menhan: Industri Pertahanan Sangat Maju Pesat

Menhan Ryamizard RyacuduMenteri Pertahanan (Menhan) RI, Ryamizard Ryacudu menganggap industri pertahanan dalam negeri dalam periode ini, seperti PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) sudah berkembang dan sangat maju pesat setelah sempat mengalami krisis berkepanjangan beberapa tahun lalu. Hal tersebut disampaikannya saat mengunjungi kedua industri pertahanan, Senin, 10 November, di Bandung.

Menhan mengatakan bahwa kunjungan kerjanya ke PT. Pindad kali ini adalah untuk melihat perkembangan langsung industri yang salah satunya bergerak di bidang industri pertahanan. Menhan menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo juga sangat memperhatikan kemajuan PT. Pindad. Menhan pun berharap anggaran untuk PT. Pindad bisa lebih ditingkatkan lagi.

Untuk rencana selanjutnya, pemerintah ingin untuk meningkatkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI. Menhan menambahkan bahwa strategi paling dekat adalah kelautan yang menjadi perhatian utama, walau tentu tidak mengabaikan yang lain, sesuai dengan amanat Presiden RI. Selain itu, menurut Menhan, udara dan darat juga harus dikawal, semua bersinergi. Terkait peningkatan alutsista, meski belum 100 persen mengalami kemajuan, Menhan optimis dalam jangka waktu 2-3 tahun perlahan-lahan bisa menuju angka 100 persen.

Disela-sela meninjau PT. Pindad, Menhan juga menuturkan bahwa dalam mewujudkan kemandirian bidang pertahanan, terdapat 3 pilar yang penting, yaitu pemerintah, user (pengguna) dan industri pertahanan itu sendiri. Menhan juga berharap PT. Pindad terus bergerak maju dan menjadi motor dalam industri pertahanan.

Pada kesempatan kunjungan kerjanya di PT Pindad, Menhan yang didampingi KSAD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Plt Dirut Pindad (Persero) Tri Hardjono, dan Pangdam Siliwangi III Mayjen TNI Dedi Kusnadi berkeliling melihat fasilitas produksi mulai dari proses pembuatan panser Anoa, pengecatannya, hingga melihat Kompleks Divisi Persenjataan. Selain itu Menhan juga menyaksikan contoh alat pertahanan mulai dari panser Anoa, senjata; baik pistol, senapan mesin, hingga senapan sniper, serta juga roket, dan bom. Pada saat kunjungannya, PT Pindad juga mendemonstrasikan keunggulan dan kemampuan jelajah dari panser Anoa 6x6. Dalam hal senapan, PT Pindad juga melakukan uji tembak dari produksi terbaru senapan laras panjang, laras pendek, serta senapan sniper yang dilaksanakan oleh penembak andal.

Negara ini butuh drone seperti keinginan presiden. Ini adalah negara maritim
Usai kunjungan ke PT. Pindad, Menhan dan rombongan bertolak ke PT. Dirgantara Indonesia yang berada dekat dengan lapangan terbang Husein Sastra Negara Bandung. Pada kunjungannya di PT DI, Menhan meninjau beberapa workshop pengerjaan dari unit pesawat yang tengah diproduksi. Selain itu Menhan diperlihatkan juga contoh fisik dari produk drone udara atau pesawat terbang tanpa awak (PTTA).  PPTA yang diberi namaWulung KX-0001 merupakan hasil kerja sama dengan BPPT dan Balitbang.

Untuk produksi tahap awal, pesawat terbang tanpa awak (PTTA) Wulung KX-0001 mampu mengangkut muatan seberat 120 kilogram. Ke depan, unit PTTA akan dikembangkan lagi agar mampu membawa muatan hingga 400 kg. Untuk memperkuat sistem pertahanan dan keamanan nasional, PT DI siap menyelesaikan 3 unit drone. Rencananya akhir tahun ini, PTDI akan mengirim drone tersebut untuk Kemhan RI.

Menhan mengaku senang dan bangga melihat perkembangan PT DI. Menhan menyatakan, pihaknya berharap, PT DI dapat segera melakukan produksi drone secara massal. "Negara ini butuh drone seperti keinginan presiden. Ini adalah negara maritim. Jadi butuh perlengkapan yang mendukung sistem pengawasan kelautan. Drone menjadi satu di antara perlengkapan tersebut."

Sumber: DMC

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Web Hosting Coupons